Rabu, 20 September 2023

Dibawah Ini Yang Merupakan Motif Hiasan Figuratif Adalah

Di bawah ini adalah beberapa tokoh yang tidak termasuk sebagai pendiri Gerakan Non-Blok:

1. Josip Broz Tito: Josip Broz Tito adalah seorang tokoh politik yang menjadi pemimpin Yugoslavia dari tahun 1943 hingga 1980. Tito memainkan peran penting dalam Gerakan Non-Blok dan menjadi salah satu pemimpin terkemuka dalam gerakan tersebut. Ia secara aktif terlibat dalam pembentukan Gerakan Non-Blok pada Konferensi Bandung tahun 1955.

2. Jawaharlal Nehru: Jawaharlal Nehru adalah tokoh politik India yang menjadi Perdana Menteri pertama negara tersebut setelah kemerdekaan. Nehru merupakan salah satu pendiri Gerakan Non-Blok dan mendukung prinsip-prinsipnya yang menentang blok politik dan militer di tengah Perang Dingin.

3. Gamal Abdel Nasser: Gamal Abdel Nasser adalah Presiden Mesir yang memimpin negara tersebut dari tahun 1956 hingga 1970. Nasser adalah tokoh penting dalam Gerakan Non-Blok dan berperan aktif dalam mengembangkan prinsip-prinsip gerakan tersebut. Ia juga terlibat dalam penyelenggaraan Konferensi Non-Blok di Kairo tahun 1964.

Namun, ada beberapa tokoh yang tidak termasuk sebagai pendiri Gerakan Non-Blok, yaitu:

1. Sukarno: Sukarno adalah presiden pertama Indonesia yang memainkan peran kunci dalam pembentukan Gerakan Non-Blok. Ia menjadi salah satu pendiri gerakan tersebut dan menjadi salah satu pemimpin terkemuka dalam memperjuangkan prinsip-prinsipnya.

2. Kwame Nkrumah: Kwame Nkrumah adalah tokoh politik dari Ghana yang juga merupakan salah satu pendiri Gerakan Non-Blok. Ia aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan negara-negara Afrika dan berperan penting dalam gerakan tersebut.

3. Ahmed Sukarno: Ahmed Sukarno adalah politikus dari Mesir yang juga merupakan salah satu pendiri Gerakan Non-Blok. Ia memiliki peran yang signifikan dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mengembangkan prinsip-prinsip gerakan tersebut.

Meskipun ada tokoh-tokoh yang tidak termasuk sebagai pendiri Gerakan Non-Blok, penting untuk diingat bahwa gerakan ini melibatkan banyak negara dan pemimpin yang berbeda. Setiap negara dan tokoh memiliki kontribusi penting dalam membangun dan memperkuat gerakan ini untuk menghadapi dinamika politik global yang rumit.